Nasional

Majalah Time Melawan Soeharto: Peristiwa Bersejarah Buat Pers Indonesia

397Views

10 September 2007.

Pada periode itu, Presiden Republik Indonesia kedua Soeharto menggugat redaksi Majalah Time Asia.

Karya jurnalistik atau pemberitaan yang diseret ke meja hijau.

Ini perihal: Pada 24 Mei 1999 Time menerbitkan tulisan berjudul “Soeharto Inc.: How Indonesia’s Longtime Boss Built a Family Fortune”.

Majalah Time majang karikatur Soeharto dan judul tersebut di halaman muka.

30 Agustus 2007

Masasi Mahkamah Agung memutuskan Time dinyatakan melawan hukum atas tindakannya memuat tulisan tersebut.

Gara-gara tulisan yang mengupas sumber kekayaan keluarga Cendana itu, Time dihukum ganti rugi immaterial Rp 1 triliun terhadap Soeharto.

Uang ganti rugi tersebut harus dibayarkan secara tanggung renteng.

Selain Time, putusan juga berlaku bagi lima tergugat lainnya yakni Donald Marrison sebagai editor, John Colmey, Davit Liebhold, Lisa Rose Weaver, Zamira Lubis, dan Jason Tejakusuma.

Putusan dibacakan hakim German Hoediarto sebagai ketua majelis dan hakim anggota Bahauddin Goudry.

Putusan ini membatalkan putusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta pusat 6 Juni 2000 yang dikuatkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta 16 Maret 2001, yang sebelumnya memenangkan Time atas Soeharto.

“Dalam gugatannya, Soeharto minta majelis hakim menghukum majalah Time dan enam tergugat lainnya, telah melakukan penistaan melalui tulisan dan gambar serta mencemarkan nama baik.” Demikian isi laporan edisi tersebut.

Selain itu, Time juga harus meminta maaf kepada Soeharto.

Permintaan maaf harus dimuat di media massa cetak, selama tiga hari berturut-turut. Permintaan maaf dimuat di Kompas, Suara Pembaruan, Media Indonesia, Republika, Suara Karya, majalah Time (edisi Asia, Eropa, Atlantik, dan Amerika Serikat), majalah Tempo, Gatra, Gamma, Sinar, dan Forum Keadilan.

Di luar batas kepatutan

Pertimbangan hukum majelis kasasi mengabulkan permohonan Soeharto ialah, “Gambar dan tulisan Time edisi Asia volume 153 nomor 20 edisi 24 Mei 1999, dibuat para tergugat yang tersiar luas telah melampaui batas kepatutan, keteleitian, dan sikap kehati-hatian.”

Pemuatan gambar dan tulisan dianggap mencemarkan nama baik dan kehormatan Soeharto sebagai jenderal besar dan mantan presiden RI.

Time sendiri kukuh bahwa tulisan tersebut merupakan hasil investigasi, yang data dan faktanya diperoleh secara benar.

Majalah Time menyampaikan data dan fakta diperoleh secara langsung dan akurat dari investigasi selama empat bulan yang meliputi 11 negara.

Sumber data dalam negeri pun diperoleh secara resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan majalah properti Indonesia.

Dilansir dari laman Antara 16 April 2009, upaya peninjauan kembali (PK) dari Time pun berbuah manis. Pada pertengahan bulan April 2009 MA memenangkan Time.

Pertimbangan majelis memutuskan hal itu karena majelis menilai berita yang dimuat di majalah Time bukan perbuatan melawan hukum. Menurut majelis hakim, berita yang dimuat di majalah Time bukan perbuatan melanggar hukum.

baca juga: majalah MATRA terbaru

Tinggalkan Balasan

Translate »